Iseng-iseng setelah bertahun-tahun berkutat dengan OS windows dan beberapa varian linux, lalu mencoba Mac OS. Mungkin ada beberapa orang yang bertanya, “lha kok bisa install Mac OS di PC ?”. Memang, perangkat komputer buatan Apple ada perbedaan arsitekturnya dengan PC berbasis intel atau AMD. Namun sejak Apple menggunakan Intel sebagai komponen didalam produknya, bukan tak mungkin semua bisa dilakukan di PC berbasis Intel bahkan AMD yang notabene berbasiskan teknologi x86. Dari sinilah Hacker memodifikasi sistem Unix dalam diri Mac OS.
versi Mac OS yang support dengan arsitektur x86 adalah versi ternyar mereka yaitu Mac OS X. Beberapa varian dari Mac OS tersebut telah dimodifikasi sedemikian sehingga dapat digunakan di PC berbasis arsitektur x86.
Varian Hackintosh (hacked version Macintosh) yang tersedia juga beragam, beberapa diantaranya yang dapat digunakan misalnya Kallyway, Leo4all, iDeneb, Ipc, dan iAtkos. Tidak semua varian itu bisa dipasang pada perangkat PC. Biasanya cocok-cocokan jadi harus pake metode trial and error. hal itu dikarenakan kernel dari tiap varian harus dapat men-support hardware yang ada. List dari hardware yang disupport oleh OS ini dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/OSx86.
Setelah hunting varian OS dari mulai kallyway, leo4all, sampe iAtkos, ternyata yang bisa diinstall di PCku adalah varian iAtkos. Mungkin kernel yang support di PC saya yang dibawa di iAtkos tersebut cocok. Kernel yang dipilih adalah yang dihack oleh ToH. Selain itu ada beberapa modified kernel yang lain, diantaranya Lorem (build 9A466), SynthetiX (builds 9A499, 9A527 and 9A559), ToH (builds 9A581, 9B13 and 9B18).
Ada beberapa permasalahan ketika mencoba menginstall OS ini. Yang paling menyebalkan adalah ketika muncul kernel panic. Setelah survei beberapa komunitas Hackintosh, saya menemukan cara agar tidak terjadi hal yang demikian. Ternyata waktu instalasi dari DVD harus mematikan salah satu core processor pada intel core2duo saya. Setelah itu… lancar jaya, alias bisa diinstal bro.
Ternyata permasalahan tidak berhenti sampai disitu saja. Permasalahan lain yang muncul adalah keterbatasan driver hardware yang didukung. Mengingat ini adalah kloning dari Mac OS yang dikhususkan bagi pengguna device dari Apple, maka mau gak mau harus disamakan dengan hardware Macintoshnya. dan yang lebih gawat, Hardware yang ada tidak masuk dalam spesifikasi line up produk Apple. Terus gimana dong??. ya memang ga bisa.
Jadi kesimpulannya, bagi yang ingin merasakan OS ini, apabila perangkat anda tidak sama dengan yang dimiliki produk aslinya dari Apple, maka sedikit kemungkinan untuk dapat menggunakan OS ini secara sempurna. Tapi cukuplah buat menikmati OS mewah dari Apple tersebut
